Facebook

Senin, 23 April 2012

Berburu Jodoh

Empat Sahabat

Menikmati malam minggu sambil membaca novel “Friendloveship” karya Mbak Ifa Avianty mengingatkan saya pada sahabat-sahabat saya nun jauh di sana. Kisah dalam novel ini terasa begitu nyata, pernah dialami dan mungkin akan dialami suatu saat nanti yaitu tentang jodoh . Sambil cekikikan, terharu dan sedih membaca novel ini tiba-tiba terlintas pertanyaan dibenak saya yang hampir sama dengan yang dialami kedua belas bersahabat itu (banyak banget ya), "Kenapa diantara kita belum ada yang married ya?" hehe... Problem-nya tentu beragam, tapi alasan paling mendasar, dan selalu dijadikan pondasi yang kuat para perempuan single, yah karena belum ketemu jodohnya aja kali. Bisa ditebak, dan tebakan saya pasti 100% benar (ayo taruhan), kalau di malam ini kita mempunyai satu kesamaan, sama-sama tidak melakukan ritual “malam mingguan” seperti orang kebanyakan. Alasannya? We single and very happy (serius nih happy? )

Novel ini saya rekomendasikan agar dibaca sahabat-sahabat saya yang sedang single, yang begitu menikmati kesendiriannya, yang menunda-nunda mencari jodoh karena mengejar cita-citanya, yang sedang mencari jodoh tapi tak serius, ataupun yang sedang menanti-nanti jodohnya. Hmmm... Suatu saat kita pun harus berburu jodoh loh... (suatu saat yang entah kapan, nah lo?)

Di bawah ini beberapa kutipan dalam novel "Friendloveship" yang sengaja saya ambil secara acak. Mau tahu alasannya? Ada deh... Hohoho... :


Kamis, 07 Juli 2011

Fakta Unik : Kucing Nan Menggemaskan

Si Tommy (Kucing paling besar di rumah)

Siapa sih yang tidak mengenal dengan makhluk nan gemes ini. Mulai dari kucing kampung yang sering nyolong ikan asin hingga kucing model persia yang dimanja dan sering pergi ke salon. Perilakunya pun angat menggemaskan. Hewan ini sangat kooperatif dengan manusia.

Namun ternyata dibalik lucu dan gemesnya makhluk ini, ternyata menyimpan satu potensi bahaya yang cukup besar. Si puss ini ternyata bisa menjadi media yang tepat dalam menyebarkan sejumlah bibit penyakit dan virus. Mulai dari tokso hingga yang namanya rabies yang sangat mengerikan. Untuk menambah pengetahuan kita semua, berikut ini adalah sejumlah fakta unik yang patut kita simak:

Rabu, 01 Juni 2011

Sekelumit Problematika Tentang Cinta



Cinta... Cinta... Cinta...

Tema tentang merah muda itu kembali menjadi pembicaraan yang hangat diantara saya dan ketiga sahabat saya saat reunian setelah sekian lama tidak bertemu. Terlebih beberapa faktor memang sangat mendukung kami untuk membicarakan tentang hal ini, salah satunya adalah karena kami tengah menjadi mahasiswa akhir alias mahasiswa yang sebentar lagi akan lulus kuliah (Insya Allah) yang kemudian akan gamang menentukan arah hidup. Nah apa hubungannya ya?


Bukan hal yang aneh lagi jika perempuan rata-rata dituntut untuk cepat-cepat menikah oleh keluarga dan orang-orang sekitarnya, apalagi jika teman-teman sebayanya satu-persatu telah menikah. “Kalau bisa setelah lulus langsung menikah juga ya,” anjuran menikah ini ternyata tidak hanya ditujukan kepada saya, tapi juga kepada ketiga sahabat saya. Entah kebetulan atau memang sudah takdirnya (hehe) kami mengalami problematika yang sama yaitu sama-sama belum menemukan jodoh yang tepat yang nantinya akan menjadi suami kami kelak. Namun, meskipun mengalami masalah yang sama, perjalanan cinta yang kami alami satu sama lain berbeda.


Selasa, 24 Mei 2011

Kata Mutiara (24 Mei 2011)

  • Kita mengeluh : “Tak mungkin deh”
  • Allah merespon : “Tiada hal yang tidak mungkin”
  • Kita komplain : ” Saya terlalu lelah”
  • Allah menjawab : “Aku ciptakan siang sebagai waktu berusaha dan Kuciptakan malam sebagai waktu istirahat”
  • Kita mengeluh : “Saya tak mampu”
  • Allah tersenyum : “Tidak Kuciptakan cobaan yang kau tidak mampu memikulnya”
  • Kita berkata : “Saya stress”
  • Allah menjamah : “Serahkan masalahmu hanya kepada-Ku”
  • Kita menggerutu : “Tak ada gunanya”
  • Allah menjawab : “Tak ada yang Ku jadikan sia-sia”

(Sumber : SMS dari teman)



(AKLmn, 24 Mei 2011)

Selasa, 31 Agustus 2010

"Kami Menangis di Cikapundung"


Sore hari itu, jarum jam menunjuk angka tiga. Hujan gerimis menemani langkah saya bersilaturahmi ke sungai Cikapundung. Ini sekaligus menjadi tugas terakhir job training saya disalah satu media cetak nasional. Seperti kata Redaktur media tempat saya job training, masalah sungai Cikapundung memang bukan masalah yang baru, tapi masalah ini selalu menarik untuk ditelusuri karena tak pernah kunjung selesai.

Inilah dunia bawah dan disanalah dunia atas. Berada disini memang seperti berada di dunia yang tak biasanya. Begitu kontras saat mata memandang keatas, namun atmosfir yang berbeda akan tampak saat mata memandang kebawah. Mungkin seperti surga dan neraka, ah terlalu kejam jika menganalogikan seperti itu.

Mata saya lalu berkeliling mencari seseorang, ya saya memang harus bertanya pada seseorang untuk dijadikan narasumber. Saat itu mata saya tertuju pada seseorang berbaju lusuh yang tengah duduk santai sambil melihat sungai Cikapundung, sebut saja namanya Sumiati (nama samaran).