Memasuki masa kuliah, cita-cita saya mulai berubah haluan. Selain karena terinspirasi film Gie yang seorang wartawan, ada tujuan kuat yang mendasari keinginan saya itu. Keinginan itu semakin mantap ketika saya diterima di jurusan
Jurnalistik. Gambaran seorang wartawan lebih menyenangkan dan lebih menantang.
Pergi ke daerah konflik untuk meliput berita, pergi ke seluruh penjuru dunia, dan pergi ke tempat mana pun yang kita inginkan. Mimpi-mimpi yang indah.
Ungkapan tentang apa yang dialami, dirasakan, dan segala hal yang ingin dibagikan oleh penulisnya
Selasa, 29 Mei 2012
Cita-Citaku…
Jumat, 25 Mei 2012
Belajar Menulis Sama Seperti Belajar Berenang
Saya sering ditanya tentang kiat-kiat menjadi penulis yang baik oleh teman-teman saya yang tertarik dengan dunia tulis-menulis. Jujur saja saya sendiri masih sering kesulitan untuk menuliskan hal-hal yang saya anggap menarik karena sering mood-mood-an untuk menulis. Padahal kunci utama untuk menjadi penulis yang baik adalah menulis, menulis dan menulis. Seperti yang pernah dikatakan Pak Asep Syamsul Romli, salah satu dosen saya saat masih duduk di bangku kuliah, katanya belajar menulis itu seperti belajar berenang, betapa seringnya seseorang membaca buku tentang kiat-kiat berenang ia tetap tidak akan bisa berenang selama tidak menceburkan diri ke kolam renang. Begitu pun dengan menulis, harus terus-menerus dilatih.
Saya sering membaca kisah para penulis di dunia maya, meskipun dalam keadaan stres dan pikiran sedang kacau balau ternyata mereka masih mampu menulis sebanyak 20 halaman dalam satu hari. Wow! Bagi saya, kemampuan mereka sangat hebat, karena saya sendiri belum sanggup seperti itu.
Selain dengan rajin berlatih menulis, ada beberapa kiat-kiat yang harus kita lakukan untuk menjadi penulis yang baik. Berikut ini kiat-kiat untuk jadi penulis yang saya kutip di buku “Panduan Menjadi Penulis, Kiat-kiat Menulis di Media Massa” yang ditulis sendiri oleh dosen saya itu:
Senin, 23 April 2012
Berburu Jodoh
![]() |
| Empat Sahabat |
Menikmati malam minggu sambil membaca novel “Friendloveship” karya Mbak Ifa Avianty mengingatkan saya pada sahabat-sahabat saya nun jauh di sana. Kisah dalam novel ini terasa begitu nyata, pernah dialami dan mungkin akan dialami suatu saat nanti yaitu tentang jodoh
Novel ini saya rekomendasikan agar dibaca sahabat-sahabat saya yang sedang single, yang begitu menikmati kesendiriannya, yang menunda-nunda mencari jodoh karena mengejar cita-citanya, yang sedang mencari jodoh tapi tak serius, ataupun yang sedang menanti-nanti jodohnya. Hmmm... Suatu saat kita pun harus berburu jodoh loh...
(suatu saat yang entah kapan, nah lo?)
Di bawah ini beberapa kutipan dalam novel "Friendloveship" yang sengaja saya ambil secara acak. Mau tahu alasannya? Ada deh... Hohoho... :
Kamis, 07 Juli 2011
Fakta Unik : Kucing Nan Menggemaskan
![]() |
| Si Tommy (Kucing paling besar di rumah) |
Siapa sih yang tidak mengenal dengan makhluk nan gemes ini. Mulai dari kucing kampung yang sering nyolong ikan asin hingga kucing model persia yang dimanja dan sering pergi ke salon. Perilakunya pun angat menggemaskan. Hewan ini sangat kooperatif dengan manusia.
Namun ternyata dibalik lucu dan gemesnya makhluk ini, ternyata menyimpan satu potensi bahaya yang cukup besar. Si puss ini ternyata bisa menjadi media yang tepat dalam menyebarkan sejumlah bibit penyakit dan virus. Mulai dari tokso hingga yang namanya rabies yang sangat mengerikan. Untuk menambah pengetahuan kita semua, berikut ini adalah sejumlah fakta unik yang patut kita simak:
Rabu, 01 Juni 2011
Sekelumit Problematika Tentang Cinta
Cinta... Cinta... Cinta...
Tema tentang merah muda itu kembali menjadi pembicaraan yang hangat diantara saya dan ketiga sahabat saya saat reunian setelah sekian lama tidak bertemu. Terlebih beberapa faktor memang sangat mendukung kami untuk membicarakan tentang hal ini, salah satunya adalah karena kami tengah menjadi mahasiswa akhir alias mahasiswa yang sebentar lagi akan lulus kuliah (Insya Allah) yang kemudian akan gamang menentukan arah hidup. Nah apa hubungannya ya?
Bukan hal yang aneh lagi jika perempuan rata-rata dituntut untuk cepat-cepat menikah oleh keluarga dan orang-orang sekitarnya, apalagi jika teman-teman sebayanya satu-persatu telah menikah. “Kalau bisa setelah lulus langsung menikah juga ya,” anjuran menikah ini ternyata tidak hanya ditujukan kepada saya, tapi juga kepada ketiga sahabat saya. Entah kebetulan atau memang sudah takdirnya (hehe) kami mengalami problematika yang sama yaitu sama-sama belum menemukan jodoh yang tepat yang nantinya akan menjadi suami kami kelak. Namun, meskipun mengalami masalah yang sama, perjalanan cinta yang kami alami satu sama lain berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)

